Jumat, 17 April 2015

lia eden agama kontroversial



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Al Qur’an telah menerangkan dengan jelas bahwa tak ada nabi lain setelah nabi Muhammad SAW. Kendati demikian, umat beragama tidak bisa menghindari fenomena nabi palsu yang terus bermunculan sejak Rasulullah wafat.
Mulai dari semenanjung Arab hingga ke ujung Asia, tidak berhenti orang-orang yang mengaku mendapat hidayah atau mukjizat lalu menyebut dirinya sebagai nabi.
Di Indonesia, di abad millenium ini, tercatat ada sejumlah orang yang mengklaim dirinya sebagai nabi penerus nabi Muhammad SAW. Untuk meyakinkan masyarakat tak jarang nabi palsu ini menggunakan cara aneh hingga maksiat. Mulai dari menyuruh umatnya beribadah tak lazim, menyetor uang sampai melakukan ritual yang berujung pemerkosaan.
Dan salah satu fenomena agama di indonesia yang menrik untuk dikaji adalah agama baru yang diketuai oleh lia eden.
B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimana sejarah airan Lia Eden?
2.      Bagaimana ajaran Aliran Lia Eden?

C.    Tujuan
1.      Untuk memenuhi persyaratan mata kuliah Fenomenologi Agama.
2.      Untuk mengetahui mengenai sejarah aliran Lia Eden.
3.      Untuk mengetahui ajaran Lia Eden.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    SEJARAH ALIRAN LIA EDEN
Komunitas Eden atau juga disebut Tahta Suci Kerajaan Tuhan Eden berawal dari pengalaman spiritual Paduka Bunda Lia Eden, sebutan untuk sosok wanita yang pada waktu itu biasa disebut dengan nama Lia Aminuddin.
Berawal dari penyingkapan kegaiban yang terjadi pada 27 Oktober 1995, Lia Aminuddin yang juga Bunda Lia mengalami pembimbingan sesosok gaib malaikat yang bernama Habib Al Huda, yang kemudian mengenalkan diri sebagai Malaikat Jibril pada 28 Juli 1997. Sosok gaib malaikat inilah yang membimbing Bunda Lia, berkata-kata pada hati nuraninya dan membimbingkan pengajaran ketuhanan kepadanya. Sejak saat itu, Bunda Lia menjadi medium Malaikat Jibril yang menyampaikan pesan melalui dirinya, baik melalui lisannya maupun berkata-kata melalui hati nurani yang kemudian harus dituliskannya.
Di dalam pembimbingan Malaikat Jibril, Bunda Lia mengalami proses pensucian dan pembimbingan spiritual. Pada saat bersamaan, Bunda Lia diperintahkan untuk menyampaikan pesan-pesan Malaikat Jibril kepada masyarakat. Setiap kali menerima pesan-pesan Malaikat Jibril, pesan-pesan itu dituliskannya dan kemudian disebarkan kepada masyarakat. Pesan-pesan itu kemudian dikirimkan kepada pemimpin lembaga-lembaga resmi kenegaraan, lembaga agama, dan tokoh-tokoh nasional dalam bentuk dokumen resmi dengan nama dan alamat penerima yang jelas.
Pada awalnya (1997), Malaikat Jibril memberikan nama “Salamullah” (artinya: keselamatan dari Allah) untuk komunitas para muridnya. Dalam proses perkembangannya, pada bulan Juni 2000 Malaikat Jibril memerintahkan kepada para muridnya untuk mendeklarasikan Salamullah sebagai agama baru, setelah pesan-pesan dan peringatan Malaikat Jibril diabaikan, bahkan para muridnya mendapat tentangan dari para ulama dan umat Islam. Salamullah disebutkan sebagai agama baru yang bersendikan pada perenialisme, keyakinan bahwa pada hakikatnya seluruh agama memiliki sumber yang sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
Agama Salamullah memang dideklarasikan dan sempat dicatat dalam sejarah, tapi tak pernah berkembang. Agama baru Salamullah dinyatakan oleh Malaikat Jibril hanya untuk memisahkan Jamaah Salamullah dari keterkaitannya secara formal dengan pemahaman Islam pada umumnya, sebelum Malaikat Jibril menempatkan Eden sebagai institusi Surga dan wahana perdamaian semua agama.
Usai deklarasi agama baru, proses pengajaran Malaikat Jibril di Salamullah terus berkembang. Malaikat Jibril kemudian mengajarkan spiritualitas tanpa agama, yang mendasarkan religiusitas Kaum Eden pada tauhid (absolute monotheism), kesucian, ketundukan kepada Tuhan yang terwujud dalam buah moralitas keseharian. Dimulai dengan perintah kepada Bunda Lia Eden untuk melepaskan afiliasi pada agama tertentu dan keterikatan pada syariat agama (pada tahun 2000), Malaikat Jibril memberikan pilihan untuk memilih spiritualitas non-agama kepada para muridnya (pada tahun 2002), dan kemudian menyatakan Eden sebagai institusi ketuhanan yang mandiri dan tak memiliki afiliasi keagamaan dengan agama apapun (pada tahun 2005).
Sejak pengajaran perenialisme, Eden diperkenalkan sebagai nama baru Salamullah. Dalam proses pergulirannya, nama Eden dan spiritualitas perenial semakin mengkristal dan menggantikan nama Salamullah yang memiliki afiliasi budaya dengan Islam. Pengkristalan itu semakin mengental melalui berbagai jenjang pentahbisan Kerajaan Tuhan Eden yang puncaknya adalah peresmian Kerajaan Tuhan Eden pada 5 Desember 2005. Sejak itu, nama resmi institusi Eden adalah Tahta Suci Kerajaan Tuhan  Eden dan para murid Malaikat Jibril yang berada di dalamnya dikenal dengan sebutan Komunitas Eden.
Akhirnya pada tahun 2005, Lia diseret ke meja pengadilan yang menghukumnya dengan hukuman penjara 2 tahun. Meski sang pemimpin berada di dalam hotel prodeo, tak dinyana kegiatan Komunitas Eden tetaplah berjalan seperti biasa. Bahkan menurut salah satu pengikutnya, para jamaah justru tertuju ke penjara yang menjadi tempat Lia Eden dihukum dan tetap menganggapnya sebagai penyampai wahyu dari Malaikat Jibril.

B.       AJARAN ALIRAN LIA EDEN
Kaum ulama ribut karena dalam ajarannya Eden mengaku sebagai nabi yang diutus. Ajaran ini mengklaim bahwa ajaran Islam dan Kristen telah jauh melenceng dan dia diutus untuk memperkenalkan ajaran yang sesungguhnya. Sekarang aliran ini telah dilarang beredar di Indonesia dengan alasan penistaan agama.
Kelompok lain yang dinilai MUI sebagai aliran sesat. Tak ada kegiatan ibadah khusus seperti shalat sebagaimana umat Muslim lakukan. Mereka hanya berdoa dan selalu memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan setiap waktu. Bila Lia mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril, maka semua jamaah diharuskan berkumpul dan mendengarkan wahyu yang mereka sebut sebagai risalah. Lia lantas duduk di kursi kebesarannya dan membimbing para pengikutnya dalam menerima wahyu yang telah didapatkannya. Mereka juga menentang pengkotakkan umat melalui agama-agama. Bagi mereka, Tuhan hanya satu. Sedangkan untuk kitab suci, Komunitas Eden mempelajari hampir setiap kitab suci dari berbagai agama. Selain itu, mereka juga mempunyai wahyu-wahyu yang diyakini diturunkan melalui Lia Eden dan kini mulai dibukukan seperti halnya Al-Qur’an tempo dulu. Melalui Komunitas Eden, para jamaah ini juga akan bertekad untuk menghapuskan semua agama yang ada di dunia. Sehingga tidak ada lagi konflik antar agama atau bahkan pertikaian antar agama yang satu dengan agama lainnya.
Adapun balutan kain putih yang melekat di tubuh para jamaahnya, dinamakan sebagai mori. Diakui para pengikutnya, pakaian tersebut digunakan sebagai peringatan agar tidak berbuat dosa dan selalu putih bersih tanpa dosa. Para jamaahnya sendiri memang tidak diperbolehkan melakukan dosa sekecil apa pun. Bila salah satu dari mereka telah melakukan dosa, maka ganjaran yang harus diterima adalah dikeluarkan dari komunitas, tak peduli lamanya waktu mereka bergabung. Bahkan ada salah satu anak Lia yang harus dikeluarkan dari Komunitas Eden karena telah melakukan dosa pada perbuatannya.
Para jamaah Eden dikenal dengan sifat kemandirian yang mereka miliki. Mereka mengaku tidak memiliki pegawai satu pun di rumah. Apapun pekerjaan di dalam rumah, harus mereka kerjakan sendiri tanpa bantuan dari pihak luar. Seseorang yang akan masuk ke dalam komunitas haruslah menjalani beberapa prosesi. Salah satunya yang disebutkan kepada Realita adalah dengan proses penyucian melalui api. Setiap calon anggota jamaah diharuskan melewati api dan dibakar. Sebelumnya, mereka juga harus mengakui seluruh dosa yang pernah dilakukan di masa lampau, baik dosa besar maupun dosa kecil. Barulah mereka melakukan proses penyucian dengan cara dibakar. Bila tubuh terasa sakit dan terbakar, maka ada dosa yang belum diakui oleh si calon anggota. Sebaliknya, bila mereka tidak merasa kesakitan, maka mereka telah suci dan bersih layaknya bayi yang baru lahir. Setelah melewati prosesi tersebut, mereka akan secara resmi menjadi anggota jamaah Komunitas Eden. Meskipun sudah resmi menjadi seorang anggota jamaah, tidak menutup kemungkinan si anggota itu dikeluarkan karena telah melakukan dosa. Tak heran, ketika beberapa tahun silam, anggota jamaah Eden mampu mencapai angka ratusan. Tapi, saat ini hanya sekitar 50 jamaah karena banyaknya yang keluar ataupun dikeluarkan oleh Malaikat Jibril yang telah mereka yakini sebelumnya.
Sekitar 14 orang diantara 50 anggota, tinggal dalam satu rumah di Jalan Mahoni Nomor 30. Sisanya tinggal di rumah masing-masing. Untuk masalah pembiayaan sendiri, dananya sebagian besar berasal dari anggota-anggotanya yang telah bekerja. Ada semacam kas yang menampung penghasilan para anggotanya tersebut. Dana itulah yang digunakan untuk membiayai setiap kegiatan Komunitas Eden termasuk kebutuhan sehari-hari anggota lainnya yang tidak bekerja. Entah sampai kapan Komunitas Eden akan tetap bertahan. Namun, yang pasti setiap pengikut Komunitas Eden percaya bahwa apa yang mereka yakini selama ini merupakan sesuatu yang menunjukkan kebenaran dan akan membawa mereka ke surga bernama Eden, surga yang dijanjikan oleh Tuhan sebelumnya.
Kitab Sucinya adalah Lembaran AL-HIRA (gabungan dari isi kitab suci Taurat , Zabur, Injil, Al-Qur`an, Weda. Syahadatnya : RABBUNALLAH Lia Aminuddin (awal dahulu) dan sekarang berubah nama menjadi : LIA EDEN (Lia yang tinggal didalam surga Adn, yaitu setelah turun wahyu yang menyuruh menceraikan suaminya Aminuddin dan benar-benar bercerai, kemudian LIA menikah dengan MALAIKAT JIBRIL dan tinggal dalam surga Adn berkasih sayang dan berhubungan seks dengan Malaikat Jibril itu, maka dia mengganti namanya dengan LIA ADNIN atau Lia Eden (Lia yang tinggal di surga Adn) LIA EDEN (d/h LIA AMINUDDIN, mengaku menerima wahyu dan setiap saat selalu siap seorang pencatat wahyu di depan komputer. Begitu wahyu turun langsung dibaca oleh Lia dan langsung pula dicatat oleh penulis wahyu (salah seorang sekretaris wahyunya bernama Yuyus Yusuf A. dari Tasikmalaya, mahasiswa DO dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), sehingga wahyu–wahyu tersebut sudah menumpuk di rumahnya.- Muhammad Abdur Rahman : Imam Besar Agama Salamullah dan berpangkat IMAM MAHDI Pokok-Pokok Ajarannnya Kala Tuhan takkan menyisakan harapan terhadap bangsa Arab, dunia Islam harus berpaling ke negeri ini, menjadi makmum Nabi Muhammad secara langsung. Niscaya kiblat di Mekah tak lagi berdaulat, karena untuk apa lagi berhaji ke sana, kalau nabi Muhammad telah bangkit dan kerajaan malaikat yang disebut surga itu bertahta di negeri ini
Sementara Tuhan sendiri pun berkehendak membuat pemusatan kiblat semua agama di negeri Indonesia. Jakarta akan menjadi pusat spiritual semua agama. Maria dan Yesus disebutkan termasuk pendiri Salamullah, tapi keduanya kemudian menyerahkan daulat Salamullah sepenuhnya kepada Abdul Rahman yang ditunjukkan Tuhan sebagai Imam Mahdi.
Lia adalah Maria yang diutus untuk mendamaikan seluruh agama-agama, maka diapun dititahkan Tuhan agar tak beragama lagi. Tapi berketuhanan. Bahkan didaulat dibandingkan denganku sebagai Ruhul Kudus. Dia menjadi penyampai wahyu bagi seluruh agama-agama
Babi itu kini telah dihalalkan Tuhan. Padahal babi yang sediakalanya termasuk binatang kutukan Tuhanmengakibatkan Tuhan terpaksa meninjau kembali ketetapan-Nya mengharamkan babi. Dipertimbangkan babi yang busuk itu dipertanggungkan sebagai olahan makanan yang lebih baik daripada ular dan sebagainya itu. Babi yang diternakkan dapat lebih terpelihara pertumbuhan dan perkembangbiakannya daripada menternakkan ular

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Lia Eden adalah sebuah aliran sesat yang diciptakan oleh Lia Aminuddin yang berkhayal mendapat wahyu dari tuhan. Aliran ini sudah mendapat penganut tapi setelah tersebar dan pemimpinya ditangkap sedikit semi sedikit pengikutnya meninggalkan aliran ini.
Banyak ajaran yang diajarkan yang katanya didapatkan dari tuhan lewat jibril namun ajaranya menggabungkan semua agama menjadi satu. Aliran ini menjadi kajian fenomenologi agama karena sebagai fenomena dalam keberagaman yang diciptakan manusia untuk mencapai kebahagiaan.
           
B.     Kritik dan Saran
Dengan berakhirnya makalah ini, tentu masih terdapat beberapa kekurangan mungkin dari pembahasan belum dapat dibahas secara terperinci. Oleh karena itu kami berharap kritik dan sarannya yang dapat membangun. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.


DAFTAR PUSTAKA